Anak-anak Tips Parenting Zona Ayah Zona Ibu

4 Pertanyaan Sulit Anak Ini Ternyata Begini Jawabannya

Si kecil semakin hari akan semakin cerdas. Sebab, ia akan belajar banyak hal dari lingkungan, buku, maupun tontonannya. Nah, Ayah Bunda harus benar-benar memperhatikan jawaban yang akan kita sampaikan jika si kecil sudah mulai kritis. Jangan menjawabnya asal-asalan, mengacuhkannya, apalagi berbohong terhadapnya. Biasanya 4 pertanyaan sulit anak  inilah yang sering ditanyakan ke orang tua.

1.Dari Mana Aku?

Jika si kecil tiba-tiba bertanya, “Bunda, adek itu dari mana kok bisa disini?”. Nah, bunda perlu menjelaskan kepada si kecil kalau ia berasal dari rahim Bunda. Ia tumbuh dan berkembang didalam bagian perut Bunda namanya Rahim. Kalau sudah 9 bulan Ayah dan bunda akan ke rumah sakit dan Bunda akan melahirkannya.

2. Pertanyaan Mengenai Tuhan

Si kecil memang biasanya akan mengikuti orang tuanya yang berdo’a. Pergi ke tempat ibadah dan melakukan ritual lain. Tapi, ketika sudah mulai balita maka ia akan bertanya tentang banyak hal. Kenapa kita harus berdo’a? Tuhan itu apa?. Maka, Bunda perlu menjawab Tuhan adalah pencipta ssegalanya kita harus berterimakasih karena Tuhan mengizinkan kita untuk bisa main, makan, dan sekolah.

3. Tentang Kematian

Si kecil pun akan penasaran kenapa ada orang yang harus mati. Terlebih jika ia melihat kematian dihadapannya. Jika ia bertanya tentang kematian maka jawablah bahwa semua orang akan mati, kita tidak tahu kapan waktunya. Tugas kita adalah selalu melakukan hal yang baik sebelum mati. Supaya kelak kematian itu tidak lagi menyeramkan.

4. Tentang perbedaan jenis kelamin

Anak usia 4 tahun keatas sudah memahami perbedaan antara wanita dan pria. Meski dalam konteks anak-anak, mereka akan bertanya kenapa ada laki-laki dan perempuan? Maka Ayah bisa menjawab bahwa makhluk hidup itu berpasang-pasangan ada atas dan bawah, ada gelap dan terang, dan ada juga laki-laki dan perempuan.

Menjawab pertanyaan sulit anak tidak perlu ilmiah, tapi harus jujur. Anak akan terus bertanya sampai dia mendapatkan jawaban yang benar. Karena itu berusahalah menjelaskan kepada anak dengan bahasa mereka. Supaya sinyal-sinyal di otaknya terus berkembang.