Batita Bayi Buah Hati Pendidikan Tumbuh Kembang

Anak Siap Sekolah: Kapan Sih Waktu Yang Tepat Menyekolahkan Anak?

Anak siap sekolah. Tahun terus berganti, waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa anak Ayah Bunda sekarang sudah berusia 3 tahun. Wah, sudah saatnya sekolah nih. Tapi, kalau dilihat anak masih terlalu kecil, dia juga belum mandiri, bicaranya saja belum lancar.

Baca Juga :

Cacar Air Menyerang Anak? Lakukan Ini!

Tetangga bilang , “Jangan disekolahin dulu masih kekecilan nanti cepet bosan loh”. Ada benarnya juga sih sebab anak masih 3 tahun artinya ia akan sekolah di Taman Kanak-Kanak selama 3 tahun. Lain lagi dengan teman saya yang anaknya seumuran dengan kita juga bilang, “Sekolahin aja loh masih kecil kan cepet menyerap pelajaran”.

Duh, dilema ya Ayah Bunda?

Sebenarnya kapan sih waktu yang tepat untuk menyekolahkan anak?

Pada dasarnya sekolah itu dibagi menjadi 4 jenjang yaitu tinggi, menengah, dasar dan usia dini. Pendidikan tinggi saat anak masuk perguruan tinggi atau universitas. Pendidikan menengah dimulai saat anak berusia remaja yaitu bersekolah di SMP atau SLTP hingga SMA atau SLTA. Pendidikan dasar berlangsung usia anak-anak yaitu Sekolah Dasar. Terakhir, pendidikan anak usia dini yang dimulai dari usia 3 tahun.

Ada aspek yang harus diperhatikan oleh orang tua saat akan menyekolahkan anak adalah dari usianya. Jika sudah berusia 3 tahun maka tidak mengapa anak sekolah Play Grup dengan syarat tidak ada belajar membaca, berhitung, atau menulis dengan tingkatan yang berat. Sebab usia dini adalah usia anak untuk bermain.

Ibu Nana Gerhana, M.Psi, Psikolog menyatakan waktu menyekolahkan aank adalah saat ia sudah siap sekolah. Ada anak yang sudah berusia 5 tahun namun masih belum siap untuk masuk sekolah TK sekalipun. Jangan dipakasa. Sebab anak akan mengalami tekanan dan ini tidak baik bagi perkembangan jiwa si anak. Tunggulah perlahan sambil dijelaskan tentang sekolah dan diperkenalkan terlebih dahulu. Tidak apa anak masuk TK saat usia 6 tahun sampai ia benar-benar siap sekolah.

Lalu, apa ciri anak siap sekolah?

Anak yang siap untuk sekolah akan menunjukkan antusiasnya ketika pergi bersekolah meski usianya baru 3 tahun. Sebaliknya jika anak tidak antusias artinya memang ia belum siap untuk sekolah. Selain itu anak juga akan aktif berkomunikasi baik dengan teman, guru, maupun dengan Ayah dan Bunda yang mengantar. Ia akan menceritakan apa-apa yang ia temui di sekolah. Terakhir anak sudah percaya diridi sekolah baik itu bermain, bertemu denga teman atau guru, maupun percaya diri dalam kelas.

Tentu saja kesiapan ini tidak serta merta hadir. Anak perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Nah, jika anak siap sekolah maka ia akan mudah beradaptasi meski awalnya tidak mau ditinggal atau menangis. Satu catatan jangan pernah memaksa anak untuk sekolah pada usia dini. Atau malah memaksa sekolah untuk menaikkan anak yang usianya saja masih kurang untuk jenjang pendidikannya.

 

About the author

ADMIN

7 Comments

Click here to post a comment

  • Nice post 🙂
    Saya juga heran karena kini banyak sekali orang tua yang menyekolahkan anaknya saat usinya masih belum mencukupi. Jadi yang “siap” ortunya bukan anaknya..Kasian lihatnya, masih kecil banget harus sudah belajar ini itu

  • Betul nih, anakku juga dulu usia 3 tahun coba ditawarin sekolah, mau-mau aja, ternyata pas di sekolah gak betah, karena bundanya harus di luar sementara anakku belum mau begitu. Sekarang makin gede minta sendiri, aku coba masukin rockstar tiap hari pengen ke situ terus dan akhirnya sekarang aku sebagai bundanya sudah bisa menunggunya di luar kelas melihat dia antusias di dlm mengikuti instruksi missnya.

    Intinya sabar aja, tiap anak beda-beda, dan akan ada masanya dia siap.

  • Ada yang bilang usia kesiapan anak ketika umur 7 tahun mba. Klau terlalu cepat dimasukin, pada saat awal awal dia memang smangat, tpi nti ketika dh klas 4 n 5 itu dh mnujukn kejenuhan n bsa jdi tertinggal dari temannya.. meskipun ia pintar. Begitu yang saya dgar mba..

  • Terlalu dini memasukkan anak ke sekolah juga tidak baik, ya, Mbak. Karena itu masa bermain mereka. Jangan sampai mereka kehilangan masa bermainnya hingga anak merasa stres. Kalau secara mental anak sudah terlihat siap, baru dimasukkan ke sekolah