Batita Buah Hati Family Health Hubungan Keluarga Pendidikan Remaja Tips Parenting Zona Ayah Zona Ibu

Cekal LGBTQ Sejak Dini, Yuk Kenali Penyebab Seseorang Bisa Menjadi LGBTQ

Cekal LGBTQ  sejak dini. Ayah Bunda tentu pernah mendengar tentang berita segerombolan gay yang tertangkap sedang pesta di Surabaya? Mengerikan sekali bukan? Diantara mereka adalah suami seseorang, anak seseorang, dan ayah seseorang. Bayangkan bagaimana menjadi keluarganya. Sedih, bingung, marah, semua emosi negatif menjadi satu.

Baca juga:

Kapana Anak Sebaiknya Anak Sekolah?

Apa sih sebenarnya penyebab seseorang bisa homoseksual? Pada awalnya LGBTQ berasal dari Same Sex Attraction yang tidak bisa dikendalikan. Seorang pakar LGBTQ bernama Sinyo Egie pernah memaparkan beberapa penyebab LGBTQ yang akan mengejutkan kita sebagai orang tua

cekal lgbtq

  1. Kehilangan Role Model

Setelah melakukan beberapa wawancara dengan beberapa klien, kk Sinyo sapaan akrab Sinyo Egi menerangkan bahwa terlalu dekat dengan salah satu dari orang tua bisa menjadi penyebab LGBTQ. Jika anak laki-laki terlalu dekat dengan ibu saja maka ia akan mengikuti apa yang dilakukan ibunya. termasuk juga meniru pola pikir dan cara pandang si ibu. Begitu juga dengan anak perempuan yang terlalu dekat dengan ayah

Anak yang pada masa balitanya kehilangan role model seperti anak laki-laki yang tidak punya role model laki-laki bisa jadi gay. Misalnya ia anak yatim tanpa ayah atau ada ayah tapi tidak dekat, maka ia tidak memiliki contoh bagaimana menjadi laki-laki. Pola pikir, sudut, pandang, sikap, dan cara menangani masalah harus didapat dari figur ayah untuk anak laki-laki. Agar kelak ia juga menjadi lelaki sejati.

Kesalahan dalam role model ini bisa terjadi karena pemaksaan role model. Misalnya anak terpaksa menjalani peran sang ibu. Penyebabnya bisa jadi karena broken home, dominasi ayah, dominasi ibu, kekerasan rumah tangga, atau bisa juga karena rumah tangga yang tidak harmonis.

Selanjutnya kesalahan role model ini juga over protective. Orang tua masa kini banyak yang seperti ini over protective. Terjadi pada anak yang terlalu dimanja biasanya anak tunggal, paling pintar,paling rupawan, atau satu-satunya jenis kelamin.

Atau bisa juga karena . Hal ini terjadi pada keluarga demokratis, dimana semua anggota keluarga dibiarkan memilih jalan hidupnya masing-masing tanpa bimbingan. Biasanya terjadi karena orang tua yang sibuk bekerja. Sehingga tidak ada waktu bagi orang tua untuk mengajarkan seperti ini loh seharusnya laki-laki itu, begini jika perempuan itu.

  1. Trauma Pelecehan Seksual Saat Masih Anak-anak

Trauma masa kecil juga bisa menjadi penguat anak menjadi penyuka sesama jenis. Namun pada awalnya anak sudah terlebih dahulu memiliki jiwa gay pada masa balitanya. Setelah ia mengalami pelecehan seksual hal ini kemudian membaut anak merasa tertekan dan berkeinginan ini melampiaskan tekanan jiwanya.

  1. Lingkungan

Lihatlah beberapa negara sudah membagi tempat pada LGBTQ. Kalau sudah begini maka anak akan terbiasa hidup dengan orang-orang yang menerapkan gaya hidup LGBTQ. Tentu kemungkinan besar mereka pun akan menjadi pelaku LGBTQ seperti lingkungannya. Namun, ini presentasinya lebih kecil dibanding dengan penyebab pertama dan kedua.

Kunci utama cekal LGBTQ adalah pada usia balita, dimana sang anak harus dekat sesuai gendernya berdasarkan usianya.  Pada masa balita pembagian peran ayah dan bunda sangat penting dan mesti seimbang. Jika terjadi dominasi salah satunya maka kemungkinan besar anak akan mengalami Same Sex Attracation yang menggiring mereka kearah LGBTQ. Karena itu berhati-hatilah Ayah Bunda sebab masa emas anak berada pada masa balitanya. Cekal LGBTQ sekarang dan Keep our children!

 

 

 

 

About the author

ADMIN

9 Comments

Click here to post a comment