Buah Hati Hubungan Keluarga Tumbuh Kembang

Si Kecil Punya Teman Khayalan, Apa yang Harus Ayah Bunda Lakukan Ya?

Teman khayalan. Sebuah kondisi ketika anak kerap berbicaa sendiri dan tertawa sendiri tapi ia tampak seperti sedang berinteraksi dengan orang lain. si sibu pun dibuat bingung bahkan takut. Jangan-jangan si anak berbicara dengan makhluk gaib atau jangan-jangan si anak memiliki gangguan psikologis. Semakin lama lama anak semakin sering berinteraksi dengan seseorang yang hanya mampu dilihatnya sendiri. Ia bahkan bercerita bisa memegang rambutnya, bermain, bahkan, ikut makan bersama.

Baca Juga:

Menjadi Orang Tua Tangguh

teman khayalan

Fase ini memang tidak dialami oleh semua anak. Teman khayalan biasanya cenderung dimiliki oleh anak perempuan dibanding anak laki-laki. Sebab anak perempuan cenderung untuk mengajaknya berbicara sedangkan anak laki-lakicenderung melakukan kegiatan bermain yang berpa gerakan fisik. Teman khayalan ini sering muncul ketika anak berusia 3-5 tahun, tapi ada juga yang hingga berusia 7 tahun masih memiliki teman khayalan.

Penyebab Anak Punya Teman Khayalan

  1. Anak Kesepian Atau Tidak Punya Teman

Jika anak sedang ingin bermain atau bercerita namun orang tua sedang tidak punya waktu maka anak akan mulai menciptakan teman khayalannnya sendiri. Anak perempuan yang perlu menyalurkan isi hatinya namun tidak mendapatkan teman didekatnya atau orang yang ada disisinya. Maka ia akan mulai bercerita sendiri dan berkhaal seolah-olah ada teman disisinya.

  1. Anak Mengalami Pengalaman Negatif

Anak-anak yan gkurang bisa bergaul dengan lingkungan atau dalam kata lain ditolak lingkungan juga menjadi penyebab anak memiliki teman khayalan. Anak yang kurang suka dengan lingkungan bermainnya akan cenderung untuk menciptakan teman khayalan seperti yang ia inginkan. Tokoh khayalan inilah yang menjadi teman bermainnya.

  1. Egosentris

Tahap ini anak memang ingin segala sesuatu sesuai dengan keinginannya. Karena itu jika lingkungannya tak sama seperti keinginannya maka ia akan menciptakan tokoh khayalan yang sama seperti apa yang ia inginkan. Dia akan merasa asyik saja beramin dengan tokoh yang sesuai dengan keinginan dan caranya sendiri.

  1. Anak Sedang Mengembangkan Imajinasi

Anak-anak memang lekat dengan imajinasi. Tokoh khayalan memang bagian dari perkembangan imajinasi. Anak yang imajinasinya tinggi cenderung memiliki teman khayalan bahkan hingga usianya mencapai 7 tahun.

Apa Dampaknya?

Dampak memiliki teman khayalan bisa positif bisa juga negaatif. Akan menjadi positif  ketika anak tetap bsia mengimbanginya dengan teman didunia nayata atau aktifitas nyata lainnya. Tapi, akan menjadi negatif jika anak cenderung menarik diri dari lingkungannya. Bahkan lebih memilih untuk bermaiin dengan teman khayalannya saja.

Sikap Orang Tua

Si kecil punya teman khayalan? Meski wajar memiliki teman khayalan namun orang tua juga perlu waspada. Jika anak telihat tak ingin bermain diluar dengan teman didunia nyata, sering marah-marah, atau menyalahkan teman khayalannya ketika sedang bermain maka orang tua harus mengambil jalan lain.

teman khayalan

Tarik anak dan ajak dia untuk beramin di palyground atau tempat bermain lainnya. Orang tua juga perlu memperbaiki interaksi dengananak agar anak tidak lagi bergantung pada dunia khayalnya. Berikan dia mainan seperti boneka agar hasrat bicaranya teralihkan ke boneka yang ia ajak beramin. Beberapa anak bahkan beru memulai fase teman khayalan ketika sudah bernajak remaja bahkan dewasa. Penyebabnya ketika ia tidak memperoleh teman seperti yang ia inginkan didunia nyata.

About the author

ADMIN

10 Comments

Click here to post a comment