Cara Menjadi Ibu Mertua Yang Baik

Cara Menjadi Ibu Mertua Yang Baik

Cara Menjadi Ibu Mertua Yang Baik – Polemik seputar rumah tangga bukan hanya terpusat antara suami dan istri saja. Terkadang, memiliki ibu mertua yang baik menjadi impian banyak orang. Bahkan, stereotype tentang kondisi kurang akur dengan mertua ini sudah ada sejak puluhan tahun silam.

Siapapun bisa saja kelak akan menjadi mertua. Atau, bahkan sedang menjalaninya saat ini. Apabila berhasil membangun hubungan positif dengan menantu, akan berdampak pada hubungan baik keluarga besar pula.

Secara alami, hubungan ibu mertua dengan perempuan rentan mengalami gesekan karena ada kompetisi alami. Saat anak laki-lakinya menikah, ibu bukan lagi menjadi sosok ibu terpenting bagi anaknya. zonakeluarga.

Demi menghindari konflik antara ibu mertua dan menantu, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:

1. Bersikap positif

Ketimbang selalu memberikan kritik, lakukan yang sebaliknya. Berikan dukungan dan semangat pada setiap keputusan mereka. Ini berlaku pula untuk interaksi dengan menantu.

Ketika ada hal yang ingin di kritisi, sebisa mungkin tahan diri. Sangat besar kemungkinan terjadi salah tafsir di antara keduanya. Bahkan, kesalahpahaman ini bisa terjadi meski bukan lewat ucapan atau verbal.

Cara Menjadi Ibu Mertua Yang Baik

2. Tidak memberi nasihat tanpa di minta

Ibu mertua yang baik juga sebaiknya tidak memberi nasihat tanpa di minta. Sangat wajar jika orangtua merasa memiliki berbagai ide untuk menantu. Namun, akan lebih baik menahan diri untuk tidak menyampaikannya kecuali di minta.

Garis bawahi hal ini terutama pada situasi seputar pola asuh anak. Apabila tidak di tanya oleh anak, sebaiknya jangan ikut campur terlalu jauh memberikan saran kepada mereka.

3. Tidak memberi kado berlebihan

Niat baik bisa saja di anggap salah atau memicu kesalahpahaman, termasuk memberikan kado. Aturan umumnya adalah ibu mertua sebaiknya menghindari memberi hadiah atau kado seputar perbaikan dan pengembangan diri.

Alasannya, ada risiko menantu menganggap mertuanya merasa dia kurang banyak belajar dan perlu perbaikan diri. Deposit IDN Poker 99

4. Tidak menyindir

Apapun perilaku atau tindakan menantu yang di rasa kurang cocok dengan Anda, tak perlu memberikan sindiran. Biasanya, sindiran ini berbentuk pujian namun di sampaikan dengan intonasi atau kalimat lanjutan yang justru bertolak belakang.

5. Komunikasi

Petakan bagaimana komunikasi Anda dengan anak serta menantu. Apakah sudah sehat? Apabila belum terlalu dekat, bisa di mulai dengan bertanya secara personal kepada anak kandung terlebih dahulu.